logo
himars.jpg
Dunia

AS Hentikan Bantuan Militer, Seberapa Besar Dampaknya bagi Ukraina?

  • Secara khusus Kyiv sekarang mungkin kesulitan mencari pengganti untuk sistem pertahanan udara canggih yang digunakan untuk menangkis serangan rudal Rusia.

Dunia

Amirudin Zuhri

JAKARTA- Amerika telah menghentikan bantuan militer untuk Ukraina. Lantas sejauh mana dampaknya bagi kemampuan Kyiv dalam berperang?

Pengiriman bantuan militer Amerika melalui perbatasan barat Ukraina dihentikan Senin 3 Maret 2025 pukul 03:30 waktu Washington.  Langkah tersebut menangguhkan penarikan lebih lanjut dari bantuan militer senilai US$3,85 miliar yang disetujui oleh Kongres warisan pemerintah pendahulunya, Joe Biden. Langkah tersebut juga tampaknya menghentikan pengiriman peralatan militer yang telah disetujui oleh Biden.

Michael Kofman, seorang peneliti senior di Carnegie Endowment menilai penghentian bantuan ini cukup signifikan. Tetapi dia menilai tidak berdampak sebesar yang terjadi pada awal perang. Ini  karena Ukraina kini tidak terlalu bergantung pada bantuan militer langsung Amerika dibandingkan sebelumnya.

“Namun hal itu pasti akan memengaruhi Ukraina. Dan dampaknya akan menjadi lebih nyata setelah beberapa bulan karena persediaan menipis,” katanya dikutip Reuters Rabu 5 Maret 2025. 

Secara khusus Kyiv sekarang mungkin kesulitan mencari pengganti untuk sistem pertahanan udara canggih yang digunakan untuk menangkis serangan rudal Rusia. Selain juga senjata presisi seperti sistem rudal HIMARS. Salah satu sistem serangan utama Ukraina, dengan jangkauan 70-85 km.

Ukraina sangat bergantung pada bantuan militer Amerika setelah invasi Rusia pada Februari 2022. Tetapi selamat dari penahanan pasokan selama berbulan-bulan pada paruh pertama tahun 2024. Ini  karena Partai Republik awalnya menolak untuk menandatangani paket bantuan utama.

Penundaan tersebut akhirnya terasa di garis depan. Di mana tentara Ukraina mengeluh selama berbulan-bulan tentang kekurangan peluru artileri yang signifikan. Situasi ini membantu menempatkan pasukan Moskow kembali di garis depan setelah serangan balik Ukraina yang gagal pada tahun 2023. Demikian menurut laporan pemerintah yang menemukan industri keuangan, pertambangan, dan konstruksi menunjukkan perbedaan terbesar.

Kali ini hilangnya pasokan artileri Amerika dalam pandangan Kofman seharusnya tidak menjadi pukulan besar. “Eropa telah meningkatkan pasokan peluru secara signifikan , dan negara-negara lain telah berkontribusi secara langsung atau tidak langsung,” tambahnya.

Drone

Ukraina sekarang juga menggunakan pesawat tanpa awak buatan dalam negeri untuk sebagian besar serangan di medan perang. Hal itu disampaikan Roman Kostenko, sekretaris komite parlemen Ukraina untuk keamanan nasional, pertahanan, dan intelijen.

“Artileri tidak kehilangan tempatnya di medan pertempuran. Tetapi semua melihat bahwa perang telah berubah dan kini berbasis pada pesawat tanpa awak. Artileri tetap perlu ada di sana. Itu mengubah niat musuh. Tetapi kekuatan utamanya adalah pesawat tanpa awak,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2024, 65% tentara Rusia yang terbunuh atau terluka oleh Ukraina terkena serangan drone. Sementara hanya 20% yang terkena artileri, dan hanya 10% yang terkena artileri Amerika.

Namun hilangnya peluru artileri 155 mm di mana mana Amerika Serikat merupakan pemasok terbesarnya tampaknya menjadi masalah. Kostenko  mengakui Ukraina memiliki sejumlah cadangan. Dan mengingat intensitas pertempuran saat ini, cadangan tersebut akan bertahan hingga pertengahan musim panas.

Serhiy Rakhmanin, seorang anggota parlemen di komite pertahanan Ukraina mengatakan banyak hal sekarang akan bergantung pada apakah Amerika Serikat memutuskan  memblokir produsen dari negara ketiga yang memegang lisensi produksi AS. 

Amerika Serikat adalah donor militer terbesar bagi Ukraina. Washington telah menyalurkan atau mengalokasikan dana senilai lebih dari US$67 miliar sejak Januari 2022. Data itu menurut Institut Kiel for the world economy. Sedangkan bantuan militer Eropa berjumlah sekitar 62 miliar euro. Menurut Rakhmain jika mitra Eropa memiliki kebebasan untuk bertindak, jika mereka punya waktu, keinginan, uang dan kemampuan untuk membantu Ukraina, penghentian bantuan Amerika tidak akan menjadi bencana.Ia secara khusus menunjuk pada howitzer dan rudal pertahanan udara. 

Pertanyaan serupa berlaku untuk pembagian data intelijen Amerika. Dan apakah Washington akan mengizinkannya diteruskan oleh negara ketiga. Untuk saat ini belum ada tanda-tanda Amerika Serikat telah menghentikan pembagian informasi intelijen dengan Ukraina. Meskipun hubungan sedang berada di bawah tekanan besar karena Washington terlibat langsung dengan Rusia untuk berupaya mengakhiri perang di Ukraina.

Ini hanyalah langkah pertama dari pelepasan. Sama seperti keterlibatan kembali dengan Rusia yang akan dilakukan dalam beberapa langkah. Demikian pendapat Eurointelligence. Sebuah lembaga pemikir dalam sebuah catatan penelitiannya. “Keputusan ini sendiri tidak akan memengaruhi perang secara material. Tetapi merupakan sinyal diplomatik yang penting,” kata lembaga tersebut.