logo
Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Immanuel Ebenezer didampingi Head og Region Gojek Gede Manggala saat berdiskusi dengan mitra driver dalam acara kopdar di Kantor Gojek Kemang Timur, Selasa 10 Desember 2024. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
Bursa Saham

Deretan Broker Borong Saham GOTO di Tengah Tuntutan THR Ojol

  • Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), emiten ride-hailing, terpantau terakumulasi oleh beberapa broker utama. Akumulasi ini terjadi di tengah tuntutan mitra pengemudi atau ojek online yang meminta tunjangan hari raya (THR).

Bursa Saham

Bagaskara

Bagaskara

Author

JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), emiten ride-hailing, terpantau terakumulasi oleh beberapa broker utama. Akumulasi ini terjadi di tengah tuntutan mitra pengemudi atau ojek online yang meminta tunjangan hari raya (THR).

Manajemen GOTO mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk membahas THR bagi mitra pengemudi. Tujuannya adalah agar mitra driver bisa menjalani Ramadan dengan tenang dan merayakan Idul Fitri dengan bahagia bersama keluarga.

Akan tetapi, saham GOTO tercatat melemah 2,50% pada perdagangan Kamis, 20 Februari 2025 pukul 11:00 WIB, mencapai Rp79 per saham. Namun, secara year-to-date, saham ini masih menunjukkan penguatan sebesar 12,86%.

Sementara itu, data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya akumulasi investor asing yang cukup signifikan dalam saham GOTO, dengan total net foreign buy sebesar Rp105 miliar dan net foreign sell Rp102 miliar, sehingga menghasilkan net buy asing sebesar Rp3,41 miliar.

Dari sisi broker, UBS Sekuritas menjadi perusahaan teraktif dalam memborong saham GOTO, dengan transaksi pembelian mencapai Rp25,2 miliar. Diikuti oleh Cipta Dana Sekuritas dengan transaksi pembelian sebesar Rp23,6 miliar, serta NH Korindo Sekuritas yang memborong saham senilai Rp10,9 miliar.

Meskipun pasar saham GOTO menguat, bisnis ojek online (ojol) atau on-demand services (ODS) mengalami sedikit perlambatan pada kuartal IV-2024. Hal ini sesuai dengan prediksi GOTO, yang memperkirakan pertumbuhan GTV ODS tahun 2024 berada di kisaran 12-15%, dengan kuartal IV diperkirakan di angka 13,7-25,3%, dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 20,7%.

"Perlambatan ini sudah dalam perhitungan dan kami tetap mempertahankan target pertumbuhan GTV ODS untuk 2024," ungkap Mandiri Sekuritas, mengutip keterangan manajemen GOTO dalam Mandiri Investment Forum (MIF), Kamis, 20 Februari 2025.

GOTO juga telah menetapkan beberapa fokus untuk 2025, yaitu terus memperkuat jumlah pengguna bulanan (monthly tracked users/MTU), meningkatkan pendapatan dari iklan, mendorong produktivitas melalui insentif yang lebih efektif, dan melanjutkan strategi cross-selling untuk mendukung bisnis buy now pay later (BNPL) serta pinjaman tunai.

Mandiri Sekuritas mencatat bahwa GOTO menargetkan penghematan biaya cloud sebesar 50% pada semester II-2025, yang akan dialokasikan untuk investasi di teknologi dan peningkatan kecerdasan buatan (AI). 

Selain itu, GOTO juga mempertahankan target untuk meningkatkan pinjaman GoTo Financial dua kali lipat antara September 2024 hingga Desember 2025, dengan memperkuat sinergi ekosistem untuk menurunkan biaya akuisisi pelanggan dan mempercepat pembayaran pinjaman.

“Per September 2024, GoTo Financial telah mengucurkan pinjaman melalui Tokopedia sebesar 45%, Gojek 15%, dan Gopay 15%,” terang Mandiri Sekurias. 

Berdasarkan faktor tersebut, Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan target harga Rp100, mengingat saham GOTO kini diperdagangkan dengan EV/net sales 2025 dan 2026 sebesar 3,7 kali dan 3,2 kali, dibandingkan Grab yang tercatat 4,1 kali dan 3,5 kali, serta Sea yang tercatat 3,7 kali dan 3,2 kali.

Sementara itu, hingga Januari 2025, GOTO telah menyelesaikan program buyback saham senilai US$ 80 juta dari target US$200 juta hingga pertengahan tahun, dengan total saham yang dibeli mencapai 21,2 miliar lembar.