Dianggap Diskriminatif, WHO akan Ganti Nama Virus Monkeypox
- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan guna membahasa perubahan nama virus “monkeypox” dengan ahli untuk menghindari anggapan diskriminatif.
Dunia
JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan guna membahasa perubahan nama virus “monkeypox” dengan ahli untuk menghindari anggapan diskriminatif.
Keputusan ini datang setelah beberapa ilmuwan menuntut penggunaan nama yang tidak diskriminatif dan tidak menjadi stigma untuk virus dan dampaknya, seperti dikutip dari BBC.
Penggunaan istilah monkey atau monyet seringkali dihubungkan dengan sebutan yang merendahkan terutama bagi kaum kulit hitam.
- Diiringi Bayang-bayang Harga Komoditas, IHSG Berpotensi Alami Tekanan
- Perkantoran South Quarter Milik Intiland Development (DILD) Sabet Penghargaan Tingkat Dunia
- Pemerintah Diminta Hitung Ulang Anggaran Ibu Kota Baru
Para ilmuwan menambahkan bahwa menghubungkan kehadiran virus dengan orang Afrika adalah sikap yang tidak dapat dibenarkan.
Selain itu, WHO juga akan membahas mengenai penentuan apakah wabah virus ini akan diklasifikasikan sebagai darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional. Kategori itu merupakan tingkat peringatan tertinggi yang ditentukan menurut WHO.
“Penyebaran virus cacar monyet itu tidak biasa dan mengkhawatirkan. Karena alas an itu, Komite Darurat akan dikumpulkan di bawah peraturan kesehatan internasional pekan depan, untuk menilai apakah wabah ini merupakan darurat kesehatan internasional,” kata Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.