
Dirjen EBTKE: Meski Terus Meningkat, Konsumsi EBT Baru 12,6 Persen
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap energi fosil masih mendominasi bauran energi nasional hingga 87,4%. Sedangkan energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 12,6%.
Nasional
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap energi fosil masih mendominasi bauran energi nasional hingga 87,4%. Sedangkan energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 12,6%.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE)Dadan Kusdiana mengatakan memang dari sisi presentase nampak kecil, namun menurutnya bauran EBT meningkat signifikan.
"Kalau dihitung secara mendetail sumbangsih EBT dalam bauran energi nasional terus meningkat walau tidak terlalu signifikan. Salah satu contohnya dalam pembangkit listrik bertenaga EBT," katanya dalam Forum Transisi Energi kanal youtube SKK Migas, dilansir Jumat, 23 Desember 2022.
- Nataru Semakin Dekat, Dirut Pertamina Patra Niaga Tinjau Kesiapan Layanan di Tol Trans-Jawa
- Tips Liburan Hemat Tanpa Terjebak Harga Mahal Saat Peak Season
- BPDPKS: Pungutan Ekspor Sawit Diperkirakan Capai Rp34,5 Triliun pada 2022
Dadan mengatakan jika dihitung dari total pembangkitnya, Kementerian ESDM terus berusaha menambah jumlah secara signifikan. Dirjen EBTKE ini mengungkapkan setiap tahun rata-rata 500 megawatt masuk dari pembangkit EBT.
Namun untuk mengejar target penurunan emisi karbon hingga 23% di 2025, terbilang cukup menantang. Karena menurut Dadan angka sumbangsih tahunannya harus mencapai 2.000 megawatt atau empat kali lipat dari jumlah yang baru terpenuhi.
Meski target akan dikejar bertahap, Dadan tak menampik hingga kini bauran energi masih didominasi oleh energi fosil, seperti batu bara, gas, dan minyak bumi.
Saat ini pemerintah terus melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui kebijakan pensiun dini PLTU batu bara. Serta mendorong transisi dari kendaraan yang mengkonsumsi bahan bakar fosil (BBM) ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV).