
Dividen BBTN 2025 Naik! Rasio Payout Capai 25 Persen, Bagaimana Prospek Sahamnya?
- Dari lantai bursa, saham berkodekan BBTN pada penutupan perdagangan hari ini ditutup melesat 9,15% ke level Rp895 per saham. Namun, secara year to date, saham ini terpantau mengalami tekanan 24,79%.
Korporasi
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp751,83 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu, 26 Maret 2025.
Dividen tersebut setara dengan Rp53,57 per saham, mencerminkan 25% dari laba bersih perusahaan yang mencapai Rp3 triliun pada tahun 2024.
Sementara itu, sisa 75% dari laba bersih, yakni sebanyak Rp2,25 triliun, akan digunakan sebagai saldo laba ditahan oleh perseroan.
- 41 Saham Menguat. LQ45 Ditutup Mantap di 731,14
- Perkasa, IHSG Ditutup Menguat 3,8 Persen
- Rekomendasi Saham BBNI Usai Rasio Dividen Naik 65 Persen
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, sebelumnya memperkirakan bahwa rasio pembagian dividen akan berada dalam kisaran 20%-25%, dengan mempertimbangkan kecukupan modal perusahaan. Ia juga menyampaikan bahwa rasio ini dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan persetujuan pemerintah.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2023, BTN membagikan dividen senilai Rp700,19 miliar atau Rp49,89 per saham, dengan dividend payout ratio sebesar 20%.
Pada tahun buku 2022, dividen yang dibagikan mencapai Rp609 miliar atau Rp43,39 per saham, juga dengan rasio 20%.
Sementara itu, untuk tahun buku 2021, BTN menyalurkan dividen sebesar Rp237,62 miliar atau Rp22,43 per saham, yang setara dengan 10% dari laba bersih.
Dalam RUPST BTN tahun ini, terdapat sembilan agenda utama yang dibahas, antara lain persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2024.
RUPST juga membahas penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2024 serta penetapan gaji, honorarium, fasilitas, dan tunjangan tahun buku 2025 bagi direksi dan dewan komisaris.
Selain itu, RUPST juga membahas persetujuan penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik serta persetujuan plafon hapus tagih piutang macet terkait program perekonomian pemerintah.
RUPST BTN juga membahas restrukturisasi pemekaran bisnis syariah BTN sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor perbankan syariah.
Agenda lainnya termasuk persetujuan akuisisi PT Bank Victoria Syariah sebagai bagian dari rencana spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN.
Perubahan anggaran dasar perseroan dan perubahan susunan pengurus BTN, termasuk dewan komisaris dan direksi, juga menjadi bagian dari agenda RUPST.
Dengan keputusan-keputusan ini, BTN berupaya memperkuat fundamental keuangan dan strategi pertumbuhan bisnisnya dalam menghadapi dinamika sektor perbankan nasional.
Dari lantai bursa, saham berkodekan BBTN pada penutupan perdagangan hari ini ditutup melesat 9,15% ke level Rp895 per saham. Namun, secara year to date, saham ini terpantau mengalami tekanan 24,79%.
Kendati demikian, dari 24 konsensus analis yang dihimpun oleh Bloomberg, sebanyak 17 analis merekomendasikan buy dengan target rata-rata harga di level Rp1.330 per saham, sedangkan 6 hold, dan hanya satu analis yang merekomendasikan saham ini dijual.