Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, PUPR Punya Rumah Instan Sederhana Sehat
JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mendorong pembangunan sektor perumahan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN). Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan dikungan itu diberikan melalui pemanfaatan produk rakyat dan dukungan pengembangan kawasan industri. Misalnya, pembangunan rumah susun (rusun) bagi pekerja di kawasan Batang dan Subang. […]
Nasional
JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mendorong pembangunan sektor perumahan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan dikungan itu diberikan melalui pemanfaatan produk rakyat dan dukungan pengembangan kawasan industri. Misalnya, pembangunan rumah susun (rusun) bagi pekerja di kawasan Batang dan Subang.
“Produk-produk litbang Kementerian PUPR rata-rata berbasis UMKM. Ini yang tengah didorong Bapak Menteri. Misalnya, pada pembangunan rumah instan sederhana sehat,” kata Arief dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Melalui upaya ini, dapat memberikan nilai manfaat yang besar bagi masyarakat. “Dalam hitungan kasar saja, untuk satu rumah dengan tipe 36 butuh 138 panel. Sementara, satu panel pekerjanya bisa mendapatkan Rp11.000. Jumlah pekerja dalam membuat satu panel minimal tiga orang,” jelasnya.
Percepatan Penyaluran
Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko Heripoerwanto menyampaikan pemulihan ekonomi di bidang perumahan juga dilaksanakan melalui percepatan penyaluran program pembiayaan rumah bersubsidi.
Eko menyebutkan misalnya, rumah subsidi berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), hingga bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).
Hingga Agustus 2020, pembiayaan FLPP yang telah disalurkan sebanyak 84.080 unit atau senilai Rp8,54 triliun. Dengan demikian total penyaluran dana FLPP dari 2010-2020 sebanyak 739.682 unit atau sebesar Rp52,91 triliun.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa sektor perumahan harus memiliki pernan besar dalam mendukung mitigasi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.
Menurutnya, multiplier effect dari pembangunan infrastruktur perumahan diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan sektor lain sehingga memberikan daya ungkit untuk percepatan PEN.