<p>Semburan awan panas Gunung Semeru, Sabtu 16 Januari 2021/ Sumber: magma.vsi.esdm.go.id</p>
Nasional & Dunia

Gunung Semeru Meletus Masih Berstatus Waspada, 14 Kecamatan Hujan Abu

  • Terbaru, pada 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB Gunung Semeru kembali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 Km ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Nasional & Dunia
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Author

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melaporkan terdapat Sembilan kecamatan yang terdampak hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi menjelaskan, kesembilan kecamatan terdampak adalah Kuripan, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Banyuanyar, Sumberasih, Wonomerto, dan Sumber.

“Hari ini (Minggu) sudah tidak ada hujan abu vulkanik Gunung Semeru karena sudah reda, namun Pusat Pengendali Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) masih mencari informasi di wilayah yang terdampak,” kata Anggit dalam keterangan resmi, mengutip dari Antara, Minggu, 17 Januari 2021.

Tak hanya di Probolinggo, abu vulkanik Gunung Semeru juga mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Lumajang yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Senduro, Gucialit dan Pasirian.

Merujuk data Magma Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas vulkanik gunung tertinggi Pulau Jawa ini kembali bergejolak sejak 1 Januari 2021.

Panorama wisata Gunung Bromo di Jawa Timur. / Bromotenggersemeru.org
Awan Panas

Terbaru, pada 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB Gunung Semeru kembali terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 4 Km ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Dari aspek kegempaan, pada 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB terekam gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi durasi 4287 detik.

Adapun potensi bahaya yakni berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin. Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak.

Jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Saat ini arah luncuran awan panas dan guguran mencapai jarak luncur maksimum 4 Km ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. Selain itu dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada  Level II (Waspada).

Dalam status Level II (Waspada), masyarakat atau wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Sedangkan, radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. (SKO)