logo
(Ki-ka): Dirut BNI Royke Tumilaar, Dirut BRI Sunarso, Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dan Dirut BTN Haru Koesmahargyo saat penyampaian paparan Optimisme untuk Indonesia di Jakarta, Kamis, 5 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
Korporasi

Hilal Dividen 4 Bank BUMN Tahun 2024, BBRI Diproyeksi Paling Jumbo

  • Beberapa Bank BUMN, seperti BMRI dan BBNI, telah merilis kinerja keuangan 2024, sementara BBRI dan BBTN belum. Meski demikian, keempat bank tersebut berkomitmen membagikan dividen.

Korporasi

Alvin Pasza Bagaskara

JAKARTA - Memasuki Februari 2025, sejumlah perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah ada yang sebagian merilis kinerja 2024. Di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). 

Yang menarik, di tengah pencapain perolehan laba jumbo, manajemen BMRI dan BBNI juga telah sedikit memberikan hilal tentang pembagian dividen untuk tahun buku 2024. Kabar ini tentu sangat dinantikan oleh para investor utamanya yang mengincar pasif income. 

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang hingga kini Jumat, 7 Februari 2025, juga telah memastikan bakal membagikan keuntungan kepada pemegang saham kendati urung juga melaporkan kinerja 2024. 

Namun demikian, manajemen empat bank pelat merah ini sudah memberikan gambaran mengenai dividend payout ratio yang akan diterapkan pada tahun buku 2024. Lantas, bagaimana sinyal yang diberikan keempat bank berikut, berikut ini ulasannya yang dihimpun TrenAsia dari berbagai sumber;

Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi saat pengenalan program Livin Mandiri belum lama ini.

Dividen Jumbo dengan Rasio 80%

BBRI menjadi sorotan dengan keputusan besar mereka dalam pembagian dividen. Pada tahun buku 2023, perbankan yang dikenal dengan nama BRI membagikan dividen fantastis senilai Rp48,1 triliun atau 80% dari laba bersihnya yang mencapai Rp60,43 triliun. 

Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank BUMN lainnya dan mencerminkan soliditas emiten perbankan bersandikan BBRI ini dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian. 

Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam Youtube Hermanto Tanoko pada 16 Januari 2025 lalu telah menegaskan bahwa meskipun tantangan berat, BRI tetap fokus pada keberlanjutan laba dan profitabilitas yang menguntungkan para pemegang saham. 

Dividen Stabil di Level 60% 

Selanjutnya, manajemen BMRI mengungkapkan bahwa mereka berencana mempertahankan dividend payout ratio di angka yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 60% dari laba bersih. Laba bersih Bank Mandiri sepanjang tahun lalu tercatat mencapai Rp55,78 triliun. 

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, menegaskan bahwa rasio ini sudah dipertahankan selama lima tahun terakhir, selaras dengan arahan dari Kementerian BUMN. 

Penentuan dividen ini, menurut Sigit, didasarkan pada upaya menjaga permodalan yang sehat dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, demi mendukung kinerja yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Meningkatkan Rasio 

Sementara itu, emiten perbankan bersandikan BBNI lebih optimis dengan rencana pembagian dividen 2024. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menyebutkan bahwa bank ini berencana untuk meningkatkan dividend payout ratio di atas 50%. 

Bahkan, BNI memproyeksikan rasio pembagian dividen untuk tahun buku 2024 akan berada di rentang 55%-60%, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 50% dari laba bersih. Namun, keputusan akhir akan tetap diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.

Pembagian Dividen yang Realistis

Sementara itu, BBTN mengungkapkan rencana pembagian dividen yang lebih konservatif dengan rasio sekitar 20%-25%. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa keputusan ini akan bergantung pada kebutuhan modal dan ekspansi kredit bank. 

Meski demikian, BTN terus berupaya menjaga kinerja yang stabil meskipun biaya dana mengalami kenaikan. Meskipun keuntungan tahun 2024 diperkirakan mengalami penurunan, BTN tetap optimis dengan prospek jangka panjang.