
Hoaks, Kemlu Tegaskan Isu Migrasi Warga Gaza ke RI Tidak Benar
- Media asing melaporkan bahwa sekitar 100 warga Gaza akan dikirim ke Indonesia untuk bekerja di sektor konstruksi sebagai bagian dari program percontohan migrasi sukarela.
Dunia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan tidak ada pembahasan apapun dengan siapapun berkaitan dengan pemindahan warga Gaza, Palestina ke Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemlu, Rolliansyah Soemirat, sebagai respons terhadap laporan media asing yang menyebutkan bahwa Indonesia akan menerima pekerja dari Gaza dalam program percontohan migrasi sukarela.
"Pemerintah Indonesia tidak pernah membahas dengan pihak mana pun atau mendengar informasi tentang rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia yang disebut oleh beberapa media asing," tegas Juru Bicara Kemlu dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Maret 2025.
Kemlu menegaskan prioritas utama Indonesia dalam menyikapi genosida di Palestina adalah mendorong gencatan senjata yang berkelanjutan, mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan, serta mendukung rekonstruksi wilayah yang hancur akibat agresi Israel.
Indonesia secara aktif terus mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah nyata dalam mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
- Battle Kue Lebaran 2025 Versi Milenial dan Gen Z: Nastar Menang Telak
- Harga Sembako di Jakarta: Daging Sapi Has (Paha Belakang) Naik, Beras IR. III (IR 64) Turun
- Saham Emiten Pelayaran Tommy Soeharto Tiba-tiba Digembok, Mau Delisting?
Bantahan terhadap Laporan Media Asing
Sebelumnya, media asing melaporkan bahwa sekitar 100 warga Gaza akan dikirim ke Indonesia untuk bekerja di sektor konstruksi sebagai bagian dari program percontohan migrasi sukarela.
Program ini disebut-sebut berada di bawah pengawasan Coordination of Government Activities in the Territories (COGAT), sebuah badan militer Israel yang menangani administrasi sipil di wilayah Palestina.
Laporan tersebut juga mengklaim bahwa dalam jangka panjang, program ini akan dialihkan ke kementerian yang menangani migrasi di Israel di bawah kepemimpinan Israel Katz. Tujuan utama program ini disebutkan untuk memfasilitasi migrasi tenaga kerja dari Gaza ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, Kemlu dengan tegas membantah adanya keterlibatan Indonesia dalam program tersebut. Menurut pemerintah Indonesia, laporan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak mencerminkan posisi resmi Indonesia terkait genosida di Palestina.
- Battle Kue Lebaran 2025 Versi Milenial dan Gen Z: Nastar Menang Telak
- Harga Sembako di Jakarta: Daging Sapi Has (Paha Belakang) Naik, Beras IR. III (IR 64) Turun
- Saham Emiten Pelayaran Tommy Soeharto Tiba-tiba Digembok, Mau Delisting?
Indonesia Tidak Ada Kesepakatan dengan Israel
Lebih lanjut, Kemlu memastikan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tidak menjalin kerja sama dalam bentuk apa pun, termasuk terkait migrasi tenaga kerja dari Gaza.
Posisi Indonesia terhadap Palestina tetap konsisten, yaitu mendukung hak-hak rakyat Palestina, termasuk kemerdekaan penuh berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap Palestina, Indonesia terus menggalang dukungan internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya di Gaza. Selain itu, pemerintah Indonesia juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina yang terdampak perang.
Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia telah mengirimkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk pasokan medis, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya ke Gaza melalui kerja sama dengan berbagai organisasi internasional dan negara sahabat.
Dengan adanya klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat tidak termakan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengacu pada sumber resmi dalam memahami kebijakan luar negeri Indonesia terkait isu Palestina.