
Khawatir Tidak Laku, Tesla Juga Perlambat Produksi
- Musk juga menyebutkan tidak ingin meningkatkan kecepatan produksi Tesla dalam ketidakpastian perekonomian dunia
Dunia
AUSTIN - Tesla dilaporkan pada Rabu, 18 Oktober 2023 tengah memperlambat produksi kendaraan listriknya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan ketakutan perusahaan akan penurunan permintaan pasar.
Keputusan tersebut membuat Tesla bergabung dengan produsen-produsen mobil listrik lainnya seperti General Motor (GM) dan Ford yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.
Melansir Reuters, CEO Tesla, Elon Musk disebut mengalami kekhawatiran akan biaya pinjaman yang lebih tinggi yang dapat menghalangi calon pelanggan untuk membeli produk miliknya walaupun diberi insentif berupa potongan harga yang besar. Musk juga menyebutkan pihaknya akan menunggu kestabilan perekonomian sebelum meningkatkan rencana pabriknya di Meksiko.
“Orang-orang ragu untuk membeli mobil baru jika ada ketidakpastian dalam perekonomian,” ujar Musk.
Musk juga menyebutkan tidak ingin meningkatkan kecepatan produksi Tesla dalam ketidakpastian perekonomian dunia.
- Firli Bahuri Mangkir Pemeriksaan Dugaan Pemerasan Eks Mentan
- Inilah 5 Sektor Paling banyak Diburu Investor
- 7 Makanan yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung
Selain Tesla, GM pada hari Selasa, 17 Oktober 2023 mengatakan bahwa pihaknya akan menunda produksi truk pikap listrik Chevrolet Silverado dan GMC Sierra selama satu tahun karena adanya penurunan permintaan untuk kendaraan listrik.
Ford juga menyatakan pihaknya akan menghentikan sementara satu dari tiga shift di pabrik yang memproduksi truk pikap listrik F-150 Lightning. Pada Juli lalu, Ford dilaporkan telah memperlambat produksi kendaraan listriknya dan mengalihkan investasinya ke kendaraan komersial dan hibrida.
Lucid pada hari Selasa, 17 Oktober 2023 melaporkan penurunan hampir 30% dalam produksi kuartal III dan hanya sedikit mengalami peningkatan dalam pengiriman meskipun sudah memberikan diskon besar pada produknya. Hal tersebut berakibat pada meningkatkan kekhawatiran terhadap permintaan produknya.
Rivian, produsen truk pikap listrik dan kendaraan sport, pada Oktober 2023 juga dilaporkan enggan meningkatkan perkiraan produksi selama setahun meskipun laporan perusahaan pada kuartal III menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan.
“Hal ini menyoroti bahwa mungkin ada perlambatan (permintaan) kendaraan listrik dalam waktu dekat,” ujar analis otomotif global di RBC Capital Markets, Tom Narayan.
Narayan menekankan penurunan produksi mobil listrik yang terjadi ini bukan karena penolakan terhadap kendaraan listrik. Namun hal tersebut karena harga dan keterjangkauan pasar dalam membeli produk mobil listrik.