logo
Ratna Sari Dewi alias Dewi Soekarno, istri Presiden Soekarno yang melepas status WNI dan membuat partai politik di Jepang.
Dunia

Lepas Status WNI dan Dirikan Parpol di Jepang, Inilah Profil Dewi Soekarno

  • Dewi Soekarno, yang lahir dengan nama asli Naoko Neomoto pada 6 Februari 1940 di Tokyo, Jepang, tumbuh dalam keluarga sederhana. Sejak muda, ia bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda, Tokyo, hingga lulus dari sekolah menengah pada tahun 1955.

Dunia

Idham Nur Indrajaya

JAKARTA - Ratna Sari Dewi, yang lebih dikenal sebagai Dewi Soekarno, melepaskan statusnya sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Dewi Soekarno, yang memperoleh status WNI sejak menikah dengan Presiden Soekarno pada tahun 1962, kini memilih kembali menjadi warga negara Jepang setelah 63 tahun menjalin ikatan dengan Indonesia. Keputusan ini mengubah perjalanan hidup Dewi yang sebelumnya dikenal sebagai istri keenam Presiden Soekarno.

Pada 12 Februari 2025, Dewi Soekarno menggelar konferensi pers untuk mengumumkan pendirian sebuah partai politik baru bernama "12 Heiwa To" (Partai Perdamaian 12). 

Nama partai ini memiliki makna mendalam: "Heiwa" berarti perdamaian dalam bahasa Jepang, sementara angka "12" diucapkan "wan-nyan", yang meniru suara anjing dan kucing dalam bahasa Jepang. 

Partai ini memiliki tujuan melindungi hewan, terutama anjing dan kucing, dengan salah satu misinya adalah melarang konsumsi daging anjing dan kucing di Jepang.

Profil Dewi Soekarno: Dari Dunia Hiburan ke Politik
Dewi Soekarno, yang lahir dengan nama asli Naoko Neomoto pada 6 Februari 1940 di Tokyo, Jepang, tumbuh dalam keluarga sederhana. Sejak muda, ia bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan asuransi jiwa di Chiyoda, Tokyo, hingga lulus dari sekolah menengah pada tahun 1955. 

Minatnya terhadap seni dan sastra membawanya terjun ke dunia hiburan, dimana ia mulai debut aktingnya dalam drama produksi Sishere Hayakawa Art Production dan tampil di berbagai pentas teater terkemuka di Tokyo.

Keputusannya untuk mempelajari Bahasa Inggris membawa perubahan besar dalam hidupnya. Bahasa Inggris menjadi jembatan yang mempertemukannya dengan Presiden Soekarno. 

Pada 3 Maret 1962, Dewi resmi menikah dengan Presiden Soekarno dan mengubah namanya menjadi Ratna Sari Dewi. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak perempuan bernama Kartika Sari Dewi.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Inilah Profil Dirjen Anggaran Isa Rachmatarwata

Perjalanan Hidup Dewi Soekarno bersama Soekarno
Sebagai istri keenam Presiden Soekarno, Dewi Soekarno mendampingi suaminya dalam berbagai peran penting di panggung politik Indonesia. 

Selama hidup bersama Soekarno, Dewi menjadi bagian dari sejarah kemerdekaan Indonesia, di mana sosoknya dikenal oleh publik dan memberikan pengaruh di berbagai sektor.

Setelah lebih dari enam dekade menyandang status sebagai WNI, Dewi Soekarno memutuskan untuk kembali ke Jepang. Langkah besar ini tak hanya berkaitan dengan status kewarganegaraan, tetapi juga dengan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak hewan. 

Keputusannya untuk mendirikan Partai Perdamaian 12 (12 Heiwa To) adalah bentuk perjuangannya untuk melindungi hewan, khususnya anjing dan kucing di Jepang.

Partai Politik dengan Fokus Perlindungan Hewan
Partai "12 Heiwa To" yang didirikan Dewi Soekarno bertujuan untuk mengadvokasi perlindungan hewan, dengan salah satu misinya adalah melarang konsumsi daging anjing dan kucing di Jepang. Nama partai yang unik ini mencerminkan tekad Dewi untuk menyebarkan pesan perdamaian (Heiwa) dan memperjuangkan kesejahteraan hewan dengan cara yang lebih manusiawi. 

Selain itu, partai ini juga menyoroti isu-isu kemanusiaan lainnya dan berfokus pada perlindungan hak-hak hewan di tingkat kebijakan.