logo
Logo Bank BRI, di Jakarta. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia
Bursa Saham

Mau Buyback Rp3 Triliun, Saham BBRI Diburu Investor Asing

  • BBRI berencana buyback saham senilai Rp3 triliun mulai Maret 2025. Bagaimana dampaknya terhadap harga saham dan prospek investasi?

Bursa Saham

Bagaskara

Bagaskara

Author

JAKARTA - Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat kenaikan 2,43% ke level Rp4.220 per saham pada perdagangan Jumat, 31 Januari 2025, setelah sebelumnya bergerak di zona merah pada 24 dan 30 Januari. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor dan sentimen positif dari rencana buyback saham senilai maksimal Rp3 triliun.

Dari sisi transaksi, UBS Sekuritas mencatatkan net buy sebesar Rp171,6 miliar, sementara Bahana Sekuritas membukukan net buy Rp122,3 miliar. Secara keseluruhan, investor asing memborong saham BBRI dengan total net buyRp270 miliar.

Manajemen BBRI mengumumkan rencana buyback sebesar Rp3 triliun yang akan dibiayai dari kas internal perusahaan. Aksi ini merupakan bagian dari program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan dewan komisaris yang telah dilakukan sejak 2015.

Pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BBRI menegaskan bahwa aksi buyback 2025akan mengacu pada Peraturan OJK No.29/2023 dan akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 11 Maret 2025. 

Pelaksanaan buyback diperkirakan berlangsung mulai 12 Maret 2025 hingga 11 Maret 2026. "Treasury stock hasil Buyback 2025 akan direalisasikan sebagai keberlanjutan program kepemilikan saham," ungkap manajemen BBRI dikutip pada Senin, 3 Februari 2025. 

Saham BBRI Masih Menarik

CGS International Sekuritas dalam trading idea untuk 3 Februari 2025 merekomendasikan spec buy untuk BBRI dengan level support di Rp4.130 per saham dan cut loss di bawah Rp4.040 per saham. Jika harga bertahan di atas Rp4.130, terdapat potensi kenaikan menuju Rp4.310–Rp4.400 dalam jangka pendek.

Saat ini, hingga pukul 10.00 WIB, saham BBRI bergerak melemah 0,47% ke level Rp4.200 per saham. Selama periode tersebut, saham perbankan plat merah ini telah dibelanjakan 857,70 ribu lot dengan valuasi mencapai Rp361,69 miliar.  

Sementara itu, analis Stocknow.id, Abdul Haq Al Faruqy Lubis, saham blue chip yang sedang dalam kondisi diskon, termasuk BBRI dan BMRI, sehingga menarik bagi investor yang mengincar return tinggi.

Terlebih lagi, selain sentimen buyback saham, BBRI juga menawarkan dividen yield yang menarik. "Saat ini, banyak saham blue chip yang sedang diskon, termasuk saham perbankan besar seperti BBRI dan BMRI," ujarnya.

Sebagai informasi, BBRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp20,33 triliun atau setara Rp135 per saham. Nah, nilai dividen interim tahun buku 2024 ini melonjak 60,7% dibandingkan dividen interim tahun sebelumnya Rp84 per saham atau total Rp12,66 triliun.