logo
<p>Warga berolahraga di area lingkar luar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020. Di era new normal olahraga lari harus dilakukan dengan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan Covid-19. Pelatih lari yang juga atlet marathon Indonesia Hendri Pardede, merekomendasikan hal- hal berikut agar mendapat manfaat dari olahraga lari diantaranya, pemilihan waktu dan tempat yang sebaiknya menghindari tempat yang ramai dari lalu lintas orang, penggunaan masker jika berpapasan dengan pelari lain dan bisa melepasnya kembali di bawah dagu jika tidak ada orang lain di sekitar, hindari juga berlari dengan menyentuh benda-benda di tempat umum, dan pastikan jarak dengan pelari lain sekitar 3-4 meter untuk mencegah virus penyebab COVID-19 menular dari satu orang ke orang lainnya. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>
Gaya Hidup

Olahraga Setelah Sahur, Baikkah untuk Tubuh?

  • Olahraga menjadi salah satu sarana menjaga tubuh tetap bugar selama bulan Ramadan. Namun pemilihan waktu olahraga juga tak kalah penting selama berpuasa.

Gaya Hidup

Chrisna Chanis Cara

JAKARTA—Olahraga menjadi salah satu sarana menjaga tubuh tetap bugar selama bulan Ramadan. Namun pemilihan waktu olahraga juga tak kalah penting selama berpuasa. Jika waktunya tidak tepat, aktivitas fisik justru bisa menjadi bumerang bagi yang sedang menjalankan ibadah.

Lalu apakah olahraga setelah sahur dianjurkan dalam segi kesehatan? Sejumlah ahli menyatakan olahraga setelah sahur tidak dianjurkan. Hal ini karena tubuh memerlukan jeda untuk memproses makanan. 

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Lilik Herawati, mengatakan perlu ada jeda pada lambung sebelum melakukan aktivitas fisik. “Jika tidak, makanan tidak tercerna dengan sempurna. Malah memberikan rasa sakit di perut,” ujar Lilik dikutip dari fk.unair.ac.id, Minggu 26 Maret 2023. 

Tidak terkelolanya makanan dengan baik akibat olahraga setelah sahur bisa berdampak pada kondisi tubuh. Apalagi, jeda waktu antara setelah sahur dan berbuka terpaut belasan jam. Tubuh dikhawatirkan mengalami penurunan energi dan dehidrasi jika olahraga setelah sahur. Padahal, selama puasa, tubuh memerlukan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas seharian.

Lalu kapan waktu terbaik untuk berolahraga bagi orang berpuasa? Merujuk literatur, waktu yang disarankan untuk berolahraga selama berpuasa adalah sebelum berbuka. Hal itu dengan catatan orang tersebut memahami kondisi tubuhnya sendiri. “Jika tubuh sudah lemas atau dehidrasi dan memaksakan olahraga, malah bisa menyebabkan risiko cedera,” ujar Lilik. 

Alternatif waktu lain untuk berolahraga saat puasa adalah setelah berbuka atau setelah Tarawih. Ini karena tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan air yang hilang selama berpuasa. Namun Lilik kembali menekankan terkait jeda antara makan dan olahraga.

Sementara itu, dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Andhika Raspati, menilai olahraga atau latihan fisik setelah sahur bisa menguntungkan karena cadangan karbohidrat masih tinggi. Namun dia mengingatkan, semakin lama durasi berpuasa, semakin turun pula cadangan karbohidrat tersebut. “Belum lagi ditambah dengan berolahraga yang membutuhkan energi secara cepat,” ujarnya dikutip dari fk.ui.ac.id.

Oleh karena itu, Andhika menyarankan durasi dan intensitas latihan dipertimbangkan ketika berolahraga setelah sahur. Usahakan tidak melakukan latihan dengan intensitas tinggi yang membuat tubuh terlalu banyak mengeluarkan keringat. “Kalau kita bablas, terlalu semangat, banyak berkeringat, bisa dehidrasi sepanjang hari,” ujarnya.