
Penelitian: Berikut Lama Waktu yang Diperlukan untuk Pulih dari Luka Putus Cinta
- Meskipun putusnya hubungan itu menyakitkan, orang cenderung pulih darinya dan terus maju.
Gaya Hidup
JAKARTA - Putus cinta adalah hal yang normal terjadi. Ketika seseorang siap untuk jatuh cinta, maka ia juga harus siap untuk merasakan patah hati karena putus cinta.
Perpisahan membawa beragam emosi negatif salah satu yang paling umum adalah kesedihan. Perpisahan menandakan kehilangan seseorang dan harapan tentang masa depan.
Penelitian yang meneliti 9.000 orang usia dewasa di Jerman selama tiga tahun mengungkapkan hasil bahwa putusnya hubungan yang telah berlangsung selama satu tahun atau lebih akan sangat merusak self esteem atau harga diri seseorang.
Untuk hubungan yang lebih pendek yaitu yang berlangsung kurang dari setahun, putus cinta cenderung mengurangi harga diri seseorang.
Selanjutnya, ketika seseorang akhirnya memulai hubungan yang baru setelah putus cinta, maka harga dirinya akan meningkat selama hubungan baru berlangsung.
Harga diri membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk pulih dari putusnya hubungan romantis.
Hal ini sama berlakunya untuk seseorang yang menjalin hubungan baru atau tetap melajang, lama waktu yang diperlukan untuk memulihkan harga diri sama yaitu satu tahun.
- Dorong Profitabilitas GoTo di Kuartal IV-2023, Gojek Siapkan Tiga Strategi Utama
- Waspada! Terkesan Sepele, Tombol Snooze Bisa Memicu Risiko Masalah Kesehatan Serius
- Pertamina Ungkap Belum Ada Arahan untuk Turunkan Harga Pertalite dan Solar
Namun, meskipun putus cinta itu terasa menyakitkan, kebanyakan orang bisa pulih dan mendapatkan pembejaran serta kekuatan darinya. Seperti yang ditulis peneliti melansir dari laman website spring.org
"Meskipun putusnya hubungan itu menyakitkan, orang cenderung pulih darinya dan terus maju.
Terutama di masa remaja dan dewasa muda, ketika individu berkencan, memiliki hubungan romantis pertama mereka, mencoba berbagai jenis hubungan, dan mencari pasangan yang tepat untuk menghabiskan hidup mereka, putusnya hubungan bukanlah hal yang aneh dan, dengan demikian, normatif.
…individu cenderung melaporkan perubahan positif setelah mengalami putusnya hubungan, seperti mendapatkan kekuatan batin dan kedewasaan, dan melaporkan telah mempelajari pelajaran penting yang akan berguna dalam hubungan di masa depan.”