
Penjualan Meningkat, Mayora Bantah Lakukan PHK Massal
- PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membantah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjelang Lebaran tahun ini. Diketahui, perusahaan tengah diterpa isu tak sedap soal PHK 800 hingga 1.000 pekerja secara mendadak dan tanpa pesangon.
Nasional
JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membantah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal menjelang Lebaran tahun ini. Diketahui, perusahaan tengah diterpa isu tak sedap soal PHK 800 hingga 1.000 pekerja secara mendadak dan tanpa pesangon.
Informasi mengenai dugaan PHK massal Mayora mengemuka di media sosial seperti X (Twitter), Instagram maupun TikTok. Mayora disebut melakukan PHK sepihak terhadap para karyawan yang baru bekerja beberapa bulan. Di sisi lain, perusahaan diketahui merekrut pekerja baru di tengah isu PHK massal.
Akun Instagram @infobalaraja membeberkan sekitar 1.000 karyawan pabrik Mayora Jayanti 3 di Tangerang, Banten, dikenai PHK meski baru bekerja sebulan hingga dua bulan. Mereka dikeluarkan tanpa mendapatkan penjelasan dan nihil pesangon. Pabrik Jayanti 3 sendiri baru beroperasi sejak tahun lalu.
Salah seorang manajemen Mayora yang enggan disebutkan namanya menampik adanya PHK seperti yang viral belakangan ini. "Tidak benar dan info tidak valid," ujarnya singkat kepada TrenAsia.com, Senin, 24 Februari 2025.
- KAI Services Buka Lowongan Daily Worker Pramugara-Pramugari untuk Lebaran 2025
- Peresmian Danantara Diikuti Penguatan Rupiah
- Produk Tembakau Alternatif Bisa Kurangi Biaya Kesehatan Akibat Merokok
Bagaimana Bisnis Mayora di Indonesia?
PT. Mayora Indah Tbk. (Perseroan) didirikan pada tahun 1977 oleh Jogi Hendra Atmadja dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market konsumen Asean. Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia. Saat ini produk Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.
Saat ini, PT. Mayora Indah Tbk. dan entitas anak memproduksi dan secara umum mengklasifikasikan produk yang dihasilkannya kedalam 2 (dua kategori) yaitu makanan olahan dan minuman olahan, yang meliputi 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi.
Merek terkenal diantaranya biskuit Roma Marie, Roma Malkist Zuperrr Keju, Roma Cream Creakers, Royal Choice, Better, Slai O Lai, Sari Gandum, Sari Gandum Sandwich, Coffeejoy. Permen, Kopiko, Kopiko Cappuccino, KIS, KIS Chewy, Tamarin.
Wafer Beng Beng, Beng Beng Maxx, Beng Beng Share It, Beng Beng Kalpa, Astor, Roma Wafer Coklat, Roma Zuperrr Keju, Roma Choco Blast. Coklat merek Choki-choki, Drink Beng Beng, kopi dan sereal Energen.
Jika dilihat dari kinerja keuangannya, MYOR membukukan kenaikan penjualan sepanjang Januari-September 2024. Meski begitu, laba bersih produsen Kopiko dan Torabika itu mengalami penyusutan.
Merujuk laporan keuangan per kuartal III/2024, penjualan bersih Mayora mencapai Rp25,64 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi 11,99% dari penjualan bersih 9 bulan 2023 yang tercatat sebesar Rp22,89 triliun.
Penjualan bersih diperoleh Mayora Indah dari pasar lokal sebesar Rp14,97 triliun dan ekspor Rp10,67 triliun. Capaian itu dikurangi retur Rp9,12 miliar.
Pada periode yang sama, beban pokok penjualan MYOR naik lebih tinggi dibanding kenaikan penjualan bersihnya. Mayora mencatat beban pokok penjualan naik 16,33% year-on-year (YoY) dari Rp16,78 triliun menjadi Rp19,52 triliun sepanjang Januari-September 2024.