logo
<p>Pedagang memeriksa kondisi domba yang dijual untuk hewan kurban di Galeong, Kota Tangerang, Banten , Selasa 13 Juli 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia</p>
Dunia

Raja Maroko Larang Rakyatnya Sembelih Domba untuk Iduladha

  • Jumlah ternak sapi dan domba Maroko telah menurun sebesar 38% pada tahun 2025 sejak sensus terakhir sembilan tahun lalu.

Dunia

Amirudin Zuhri

JAKARTA- Raja Mohammed VI dari Maroko meminta warganya untuk tidak menyembelih domba pada Iduladha tahun ini. Alasannya hal itu  karena menurunnya jumlah ternak di negara itu setelah bertahun-tahun dilanda kekeringan.

Idul Adha 2025 akan jatuh pada bulan Juni. Umat Muslim di seluruh dunia akan menyembelih hewan kurban termasuk domba atau kambing. Dagingnya dibagi-bagikan kepada keluarga dan disumbangkan kepada orang miskin.

Jumlah ternak sapi dan domba Maroko telah menurun sebesar 38% pada tahun 2025 sejak sensus terakhir sembilan tahun lalu. Hal ini  akibat kekeringan berturut-turut.

"Komitmen kami untuk membantu Anda melaksanakan ritual keagamaan ini dalam kondisi terbaik disertai dengan kewajiban untuk mempertimbangkan tantangan iklim dan ekonomi yang dihadapi negara kita, yang telah menyebabkan penurunan jumlah ternak secara signifikan," kata Raja dalam surat yang dibacakan atas namanya oleh Menteri Agama Ahmed Taoufiq di TV pemerintah Al Oula Rabu 26 Februari 2025.

Melaksanakan kurban dalam situasi sulit ini, menurut Raja akan menyebabkan kerugian besar bagi sebagian besar rakyat. “Terutama mereka yang berpenghasilan terbatas,” kata Raja yang juga menjadi pemimpin agama tertinggi Maroko.

Curah hujan tahun ini 53% lebih rendah dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir. Hal ini menyebabkan kurangnya padang rumput untuk pakan ternak. Produksi daging menurun, yang menyebabkan harga lebih tinggi di pasar lokal dan impor sapi hidup, domba, dan daging merah yang lebih tinggi.

Negara ini baru-baru ini menandatangani kesepakatan untuk mengimpor hingga 100.000 domba dari Australia.

Dalam anggaran 2025, Maroko menangguhkan bea masuk dan pajak pertambahan nilai pada sapi, domba, unta, dan daging merah untuk menjaga kestabilan harga di pasar domestik.