logo
Ilustrasi LPEI.
IKNB

ROE LPEI Berbalik Positif, Jumlah Desa Devisa Hampir Capai 2.000

  • Return on Equity (ROE) LPEI menunjukkan pemulihan signifikan, naik menjadi 2,51% dari -71,71% pada tahun sebelumnya.

IKNB

Idham Nur Indrajaya

JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menutup tahun 2024 dengan kinerja keuangan yang solid, membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp232,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil dari upaya transformasi dan strategi penyehatan yang konsisten sejak 2020. 

LPEI terus memperkuat proses bisnis serta meningkatkan aspek operasional guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan yang sehat.

Pelaksana Tugas Ketua Dewan Direktur sekaligus Direktur Eksekutif LPEI, Yon Arsal, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang prudent dan berkelanjutan. 

“Sepanjang 2024, LPEI berhasil meningkatkan laba, memperbaiki kualitas aset, serta memperkuat rasio modal,” ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima TrenAsia, Selasa, 11 Februari 2025. 

Selama 2024, LPEI terus mengoptimalkan kinerja keuangan melalui berbagai indikator positif. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) meningkat tajam menjadi 34,25% dibandingkan 17,82% pada tahun sebelumnya. 

Selain itu, pemulihan aset (recovery asset collection) mencapai Rp2,8 triliun dengan Non-Performing Financing (NPF) net sebesar 4,52%, masih dalam batas wajar di industri keuangan.

Return on Equity (ROE) LPEI juga menunjukkan pemulihan signifikan, naik menjadi 2,51% dari -71,71% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan terfokus pada portofolio pilihan yang meningkat sebesar 2% menjadi Rp30,2 triliun.

Strategi Transformasi dalam Lima Tahun Terakhir 

Dalam lima tahun terakhir, LPEI telah menerapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat lembaga. Beberapa strategi utama meliputi:

  • Penerapan strategi bisnis yang selektif
  • Penguatan manajemen risiko melalui perbaikan sistem dan kebijakan
  • Pemulihan dan pengelolaan aset bermasalah
  • Peningkatan sumber daya manusia dan teknologi informasi
  • Efisiensi biaya operasional secara disiplin

Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional secara sehat dan terkendali.

Dukungan bagi UKM dan Desa Devisa 

Sebagai bagian dari mandatnya dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2009, LPEI terus mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi ekspor. 

Sepanjang 2024, lembaga ini berhasil menciptakan 1.097 eksportir baru serta mendukung pembangunan 928 Desa Devisa baru, sehingga total Desa Devisa mencapai 1.845 desa secara kumulatif. 

Peran LPEI dalam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE)

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Pemerintah, LPEI berperan aktif dalam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Pada tahun 2024, lembaga ini telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp7,2 triliun, dengan total akumulasi sejak 2020 mencapai lebih dari Rp20 triliun.

Melalui PKE, LPEI mendukung berbagai program strategis Pemerintah, termasuk ekspansi pasar ekspor ke Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, dan Amerika Latin. Program ini juga memberikan fasilitas pembiayaan bagi industri farmasi, alat kesehatan, serta industri strategis seperti alat transportasi dan penerbangan.

Salah satu pencapaian penting dalam program ini adalah pembiayaan produksi gerbong wagon Indonesia untuk ekspor ke Selandia Baru serta pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada BUMN Farmasi guna memproduksi vaksin yang diekspor ke lebih dari 160 negara. 

“Pemanfaatan Program PKE sepanjang 2024 telah menciptakan dampak ekonomi hingga Rp18,8 triliun, dengan cakupan ekspor ke lebih dari 90 negara,” kata Yon Arsal.

Komitmen dan Strategi LPEI Menuju 2025 

Ke depan, LPEI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas lembaga dan menjalankan fungsinya dalam mendukung pertumbuhan ekspor nasional. Strategi menuju 2025 mencakup:

  • Melanjutkan transformasi guna memperkuat fondasi kelembagaan
  • Meningkatkan sinergi dengan kementerian, lembaga, otoritas, institusi keuangan, dan mitra bisnis
  • Memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam ekosistem ekspor

“Dengan strategi dan komitmen yang kuat, LPEI berharap dapat menjadi lembaga keuangan yang kredibel serta berkontribusi dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekspor Indonesia,” tutup Yon Arsal.