
Sukatani, Intimidasi dan Lagu Sindiran untuk Polri
- Band punk Sukatani ramai menjadi perbincangan warganet usai meminta maaf terkait lagu Bayar Bayar Bayar. Permintaan maaf tersebut diunggah karena lagu tersebut mengandung lirik yang menyinggung praktik lancung polisi. Warganet menuding ada intimidasi sehingga Sukatani harus meminta maaf atas karyanya.
Hiburan
JAKARTA – Band punk Sukatani ramai menjadi perbincangan warganet usai meminta maaf terkait lagu Bayar Bayar Bayar. Melalui akun Instagram resmi Sukatani, mereka menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada institusi Polri terkait lagu tersebut.
Permintaan maaf disampaikan karena lagu tersebut mengandung lirik yang menyinggung praktik lancung polisi. Warganet menuding ada intimidasi sehingga Sukatani harus meminta maaf atas karyanya.
“’Punk kok Klarifikasi’ dengan dia berani menyuarakan lewat lagunya, sudah mewakili keresahan kita semua. Mungkin instansi yang dikritik melalui lagu tersebut tidak menerima fakta-fakta yang terjadi yang dilakukan oknum mereka. Ini bukan Klarifikasi, ini Intimidasi!” tulis warganet di kolom komentar Instagram @sukatani.band.
- Apa Kabar Proyek Pembangkit Nuklir Pertama di RI?
- Mengukur Dampak Efisiensi Anggaran Infrastruktur ke Stabilitas Ekonomi Nasional
- Tak Hanya Freeport, Amman Mineral Juga Minta Relaksasi Ekspor Konsentrat
“Harusnya polisi yang minta maaf, karena isi lagu itu FAKTA,” tulis warganet lainnya. Lagu tersebut sempat viral di media sosial, yang kemudian mendorong kedua personel Sukatani, Muahammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra Indriyanti, untuk menyampaikan permohonan maaf melalui akun resmi band mereka.
“Memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan Institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar yang liriknya ‘Bayar Polisi’ yang telah kami nyanyikann sehingga viral di beberapa platform media sosial yang pernah saya upload ke platform spotify,” ungkap mereka dalam Instagram @sukatani.band, Kamis, 20 Februari 2025.
“Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan. Saya Muahammad Syifa Al Lutfi sekali lagi mohon maaf. Saya Novi Citra Indriyanti sekali lagi mohon maaf. Melalui pernyataan ini saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul Bayar Bayar Bayar lirik lagu Bayar Polisi.”
“Dengan ini saya menghimbau kepada semua pengguna akun media sosial yang telah memiliki lagu kami dengan judul Bayar Bayar Bayar agar menghapus dan menarik semua video menggunakan lagu kami dengan judul Bayar Bayar Bayar,” tutur mereka. “Karena apabila ada risiko di kemudian hari sudah bukan tanggung jawab kami dari band Sukatani.”
“Demikian pernyataan yang kami buat ini dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun tanpa ada paksaan dari pihak siapapun, kami buat secara sadar dan sukarela dan dapat saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.
Profil Band Sukatani
Dilansir dari akun Spotifynya, Sukatani dipilih sebagai nama karena mencerminkan gambaran desa yang indah dan sejahtera, nilai-nilai yang juga ingin diwujudkan oleh band ini. Nama band Sukatani tercetus di Purbalingga pada Oktober 2022.
Sukatani berawal dari hasrat bermusik sang vokalis, Ovi alias Twister Angel. Sejak 2013, ia telah menjadi anggota band asal Purwokerto yang masih aktif hingga kini.
Di tengah kesibukannya sebagai pekerja sekaligus vokalis, Twister Angel menyalurkan kecintaannya pada musik dengan menulis lirik yang banyak terinspirasi dari kegelisahannya terhadap distorsi sosial di sekitarnya.
Ia kemudian menyerahkan lirik-lirik tersebut kepada rekannya, Al alias Alectroguy, untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dalam meramu berbagai elemen musik untuk lagu-lagu Sukatani, mereka banyak terinspirasi oleh band Anarcho-Punk era 80-an serta beberapa grup dari gelombang awal Proto-Punk. Di kalangan pendengar, banyak yang menilai musik mereka memiliki nuansa post-punk atau new wave.
Tanpa bantuan personel lain, mereka mengandalkan strategi studio digital untuk mengisi bagian drum dan bass secara digital oleh Alectroguy, sementara gitar dimainkan oleh Alectroguy sendiri dan vokal diisi oleh Twister Angel.
Pendekatan ini akhirnya mendorong mereka untuk menambahkan elemen synthesizer dalam musik Sukatani, hingga tanpa disadari, mereka menciptakan perpaduan unik antara Street Punk dan Electronic Music. Band ini hanya terdiri dari dua personel tanpa tambahan anggota lain, bahkan untuk posisi additional.
Band Sukatani mulai dikenal setelah merilis album Gelap Gempita pada Juli 2023. Album ini terdiri dari 9 lagu, termasuk Bayar Bayar Bayar, yang secara resmi ditarik oleh kedua personelnya pada 2025 ini.
Dalam pernyataan mereka pada Kamis, 20 Februari 2025, lagu Bayar Bayar Bayar berisi kritik terhadap oknum polisi yang dianggap melanggar aturan.
Sebagian besar lagu dalam album perdana Sukatani mencerminkan kegelisahan mereka terhadap kondisi sosial di sekitar. Salah satunya adalah Alas Wirasaba, yang mengungkapkan keresahan mereka atas hilangnya kenangan masa kecil akibat pembangunan bandara di lokasi tempat bermain mereka.
Lagu Sukatani, yang menjadi track pembuka, juga menyampaikan kegelisahan terkait isu pertanahan. Dalam lagu ini, mereka menyertakan cuplikan wawancara dengan seorang warga yang mengaku harus berhadapan dengan aparat akibat masalah pertanahan tersebut.
Keunikan lain dari Sukatani adalah penggunaan lirik berbahasa ngapak dalam beberapa lagunya. Sukatani dan Alas Wirasaba dibawakan dalam bahasa daerah asal mereka, sementara lagu-lagu lainnya menggunakan bahasa Indonesia.
Meski hanya terdiri dari dua personel dan mengandalkan synthesizer, aksi panggung Sukatani selalu berhasil memukau para penggemar. Hal ini tak lepas dari gimmick unik mereka.
Salah satu ciri khas Sukatani adalah memulai pertunjukan dengan membawa hasil bumi, seperti sayuran, yang kemudian mereka bagikan kepada penonton. Di sisi lain, basis penggemar Sukatani dikenal militan. Mereka selalu tampil meriah di konser dengan membawa bendera hingga mengenakan topeng balaclava.
- Ojol Minta THR ke Aplikator, Apakah Mitra Driver Online Siap Diformalisasi?
- Pekerja Mitra Ojek Online di Berbagai Negara: Apakah Mereka Mendapatkan THR?
- IHSG Hari Ini 20 Februari 2025 Kembali Melemah 6,83 Poin
Keunikan aksi panggung mereka turut berkontribusi dalam memperluas popularitas Sukatani. Band ini telah tampil di berbagai festival besar, seperti Synchronize Fest 2024, Pestapora 2024, Bukan Main, hingga Cherry Pop 2024.
Tak hanya dikenal di skena underground, Sukatani juga mulai menarik perhatian publik yang lebih luas, termasuk kalangan pesohor. Salah satu di antaranya adalah Vincent Rompies, yang pernah terlihat mengenakan kaus merchandise Sukatani di hadapan publik.