Pekerja memintal benang tali bugis di Pabrik Pemintal Benang Tradisional di Kebayoran Lama, Jakarta. Selain membuat tali bugis pabrik tersebut juga membuat benang PE, Nilon dan katun, benang yang dibuat secara tradisional tersebut untuk memenuhi pasar konveksi, umkm rajut dan toko bangunan, Rabu 8 Februari 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
Industri

Survei Kegiatan Usaha Kuartal I-2022 Meningkat dan Diperkirakan Terus Tumbuh

  • Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) selama kuartal I-2022. Pada periode tersebut, terdapat indikasi peningkatan kegiatan dunia usaha selama tiga bulan pertama tahun ini.
Industri
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Author

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) selama kuartal I-2022. Pada periode tersebut, terdapat indikasi peningkatan kegiatan dunia usaha selama tiga bulan pertama tahun ini.

Hal itu tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 8,71%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada periode yang sama tahun 2021 dengan nilai 7,10%. 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan bahwa peningkatan kinerja usaha terindikasi terutama pada sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, khususnya subsektor Tanaman Bahan Makanan (Tabama), 

“Ini sejalan dengan pola historis musim panen serta sektor Industri Pengolahan seiring meningkatnya aktivitas industri dan mobilitas,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 17 April 2022.

Tak hanya perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai selama triwulan pertama tahun ini tercatat sebesar 73,08%, meningkat dari 72,60% pada kuartal terakhir tahun lalu.

Bagi Erwin, penggunaan tenaga kerja terindikasi membaik meski masih berada dalam fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya, khususnya dari aspek likuiditas, disertai akses pembiayaan yang lebih mudah.

Pada triwulan II-2022, lanjut dia, responden memperkirakan peningkatan kegiatan usaha berlanjut dengan SBT sebesar 23,24%. Peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terjadi pada beberapa sektor utama.

Di antaranya sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Industri Pengolahan, serta sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, didorong peningkatan aktivitas masyarakat seiring masuknya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri dan pelonggaran kebijakan mobilitas.