
Tantangan Ekspansi Industri Asuransi ke Luar Jawa: PAD yang Tertekan Jadi Kendala
- Salah satu strategi yang disarankan OJK untuk meningkatkan penetrasi asuransi adalah memperluas jangkauan ke luar Pulau Jawa. Wilayah di luar Jawa memiliki potensi pasar yang besar, tetapi hingga kini, sebagian besar perusahaan asuransi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
IKNB
JAKARTA - Penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Berbagai faktor, seperti rendahnya literasi asuransi hingga daya beli masyarakat, menjadi tantangan utama yang perlu diatasi oleh industri perasuransian.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa upaya kolektif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap asuransi.
Selain literasi, kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kasus-kasus gagal bayar dan manajemen risiko yang buruk di masa lalu telah membuat banyak calon nasabah ragu untuk membeli produk asuransi.
Ogi menegaskan bahwa industri asuransi harus meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi agar dapat membangun kembali kepercayaan masyarakat.
- BBRI Paling Stabil di Tengah Gejolak Saham BUMN Usai Rating Baru JP Morgan
- Jabar Lakukan Efisiensi APBD Rp5,4 Triliun, Dana Dialokasikan ke Program Ini
- Inilah Daftar Lengkap 77 Proyek Strategis Nasional di Era Prabowo
Ekspansi ke Luar Jawa: Peluang dan Tantangan
Salah satu strategi yang disarankan OJK untuk meningkatkan penetrasi asuransi adalah memperluas jangkauan ke luar Pulau Jawa. Wilayah di luar Jawa memiliki potensi pasar yang besar, tetapi hingga kini, sebagian besar perusahaan asuransi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Namun, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mengungkapkan bahwa ekspansi ini tidaklah mudah.
Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) di beberapa wilayah di luar Jawa masih tertekan, sehingga potensi pertumbuhan pasar asuransi di wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri.
“Memang benar OJK mendorong kita melakukan penetrasi di luar Pulau Jawa, tetapi kita harus realistis melihat kondisi di sana. PAD di beberapa daerah mengalami penurunan signifikan, sehingga pendapatan masyarakat pun terbatas. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk melakukan ekspansi,” ujar Budi dalam konferensi pers paparan kinerja industri asuransi umum tahun 2024 di Jakarta, Rabu, 5 Maret 2025.
Budi juga menambahkan bahwa meskipun industri asuransi tetap berusaha memperluas jangkauan, hasilnya belum bisa dikatakan signifikan.
Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah bekerja sama dengan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui produk mikro asuransi. Namun, menurutnya, kontribusi dari sektor ini masih terbatas.
“Kita tetap melakukan upaya ekspansi, misalnya melalui kerja sama dengan sektor UMKM dan mikro asuransi. Tapi apakah hasilnya bisa langsung besar? Tidak juga. Jika dikatakan bahwa luar Jawa bisa menghasilkan perkembangan signifikan dalam waktu dekat, itu terlalu optimis,” tambahnya.
- Jejak Pandu Sjahrir di Dua Emiten Teknologi Raksasa GOTO dan BUKA
- INKP, AKRA, UNVR jadi Top Gainers Pembukaan LQ45
- GarasiFilm21-LK21 Ilegal, Berikut Situs Nonton Film yang Aman
Budi juga memberikan contoh ketika ia melakukan diskusi dengan Gubernur Maluku, yang mana dalam diskusinya itu terungkap bahwa pendapatan masyarakat di daerah tersebut masih sangat kecil, sehingga tantangan ekspansi semakin besar.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi pasar ada, daya beli masyarakat masih menjadi faktor pembatas yang harus diperhatikan.