Teleskop Luar Angkasa James Webb Penyok Tertabrak Meteor Sebesar Debu
- Kerusakan yang ditimbulkan oleh mikrometeoroid seukuran debu tersebut menghasilkan efek nyata dalam data observatorium
Tekno
JAKARTA-Sebuah fragmen batu kecil telah menabrak cermin utama Teleskop Luar Angkasa James Webb yang belum lama beroperasi.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh mikrometeoroid seukuran debu tersebut menghasilkan efek nyata dalam data observatorium tetapi diharapkan tidak membatasi kinerja keseluruhan misi.
James Webb diluncurkan pada bulan Desember 2021 untuk menggantikan teleskop Hubble yang revolusioner tetapi telah menua.
Analisis menunjukkan segmen cermin yang dikenal sebagai C3 terkena batu superkecil tersebut. C3 adalah - salah satu dari 18 ubin emas berilium yang membentuk reflektor utama selebar 6,5 m milik Webb. NASA kepada Reuters mengatakan kontak tersebut meninggalkan penyok kecil di segmen tersebut.
- Kantongi Rp14,47 Miliar, DPR Apresiasi Tax Amnesty Jilid II
- Twitter Akan Adakan Pemungutan Suara Terkait Perjanjian dengan Elon Musk
- Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp517 Miliar dari Proyek Rehabilitasi Sungai Citarum
Kecepatan tinggi ketika benda bergerak melalui ruang angkasa menjadikan bahkan partikel terkecil pun dapat memberikan banyak energi ketika bertabrakan dengan benda lain. Webb disebut telah ditabrak lima kali dengan peristiwa terbaru menjadi yang paling signifikan.
Kemungkinan tabrakan mikrometeoroid telah diantisipasi dan kemungkinan seperti ini dimasukkan ke dalam pilihan bahan, konstruksi komponen, dan berbagai mode pengoperasian teleskop.
"Kami selalu tahu bahwa Webb harus menghadapi lingkungan luar angkasa, yang mencakup sinar ultraviolet yang keras dan partikel bermuatan dari Matahari, sinar kosmik dari sumber-sumber eksotis di galaksi, dan serangan mikrometeoroid sesekali di dalam tata surya kita," kata Paul Geithner, Wakil Manajer Proyek Teknis di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.
"Kami merancang dan membangun Webb dengan memastikannya dapat melakukan misi sains yang ambisius bahkan setelah bertahun-tahun di luar angkasa."