logo
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis 16 Maret 2023. Hari ini (17/3) IHSG dibuka menguat 49,65 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.615,3. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,87 poin atau 1,09 persen ke posisi 917,3. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
Bursa Saham

Tren Istilah Saham: Apa Itu Free Float?

  • Dalam kamus istilah perdagangan saham, free float adalah jumlah saham yang dimiliki oleh masyarakat atau publik.

Bursa Saham

Ananda Astri Dianka

JAKARTA – Dalam kamus istilah perdagangan saham, free float adalah jumlah saham yang dimiliki oleh masyarakat atau publik. Free float tidak termasuk jumlah saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali, pemegang saham mayoritas, komisaris, direksi, ataupun pegawai. 

Artinya, free float adalah saham yang benar-benar dipegang oleh investor publik. Biasanya saham dengan kategori free float  persentase di bawah 5%. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan minimum free float adalah 7,5%.

BEI telah menetapkan batas waktu hingga 21 Desember 2023. Aturan ini berlaku sejak 21 Desember 2021, sebagaimana tercantum dalam Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham. 

Jika emiten tidak memenuhi kriteria ini, mereka berisiko dihapus dari pencatatan BEI. Saham free float adalah saham yang dapat diperdagangkan di bursa dan dimiliki oleh investor kurang dari 5%. 

Saham free float tidak mencakup saham-saham yang dimiliki oleh pengendali, afiliasinya, anggota dewan komisaris atau direksi, dan bukan hasil pembelian kembali atau saham treasuri.

Terdapat beberapa emiten perbankan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) namun belum memenuhi ketentuan free float 7,5% yang harus dipenuhi pada 21 Desember 2023. 

Baca Juga: Kejar Aturan Free Float 7,5 Persen Tahun Ini, BTPN Akan Gelar Rights Issue

10 Emiten Bank dengan Free Float di Bawah 7,5%

Sampai 6 Desember 2023, tercatat ada 10 emiten yang belum memenuhi minimum free float 7,5% tersebut, di antaranya PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) yang mencatatkan free float terendah, hanya sebesar 0,11%. 

Bank Maspion disusul oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan angka 1,29%, dan PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) sebesar2,26%. 

Kemudian, PT Bank Maybank Indonesia Tbk  (BNII) dan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) masing-masing memiliki free float sebesar 2,71% dan 4,24%.

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dengan 4,37% free float, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) dengan free float 5,75%. 

Selanjutnya, PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatatkan free float sebesar 6,42% sementara PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memiliki free float masing-masing sebesar 6,71% dan 6,90%.