
Volantis Technology Perkenalkan AuroraLLM, AI Besutan Anak Bangsa
- Teknologi ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan masyarakat, bisnis, dan industri lokal, sekaligus memastikan keamanan dan kemandirian data nasional.
Tekno
JAKARTA– Indonesia tidak mau kalah dalam hal pengembangan kecerdasan buatan (AI). Volantis Technology secara resmi meluncurkan AuroraLLM. Sebuah model AI lokal yang dapat diakses oleh semua orang secara offline, privat, dan gratis.
Teknologi ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan masyarakat, bisnis, dan industri lokal, sekaligus memastikan keamanan dan kemandirian data nasional.
Bachtiar Rifai, CEO Volantis Technology menyataka,n hadirnya AuroraLLM merupakan langkah strategis dalam mendorong inovasi digital di Indonesia. Menurutnya, AuroraLLM sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesia.
“Sebagai anak bangsa, kami ingin memberikan solusi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan budaya Indonesia. Dengan akses offline dan privasi tinggi, pengguna memiliki kendali penuh atas data mereka,” ujar Bachtiar Rifai di Jakarta, Selasa 11 Februari 2025.
- Perumnas Jadi Project Management Office 3 Juta Rumah, Apa Tugasnya?
- OJK Pangkas Target Penggalangan Dana Pasar Modal 2025 Jadi Rp220 Triliun, Ini Penyebabnya
- Paramount Gelar Paramount Enterprise Awards 2025, Apresiasi untuk Mitra Strategis dan Partner Terbaik
Fitur yang dimiliki AuroraLLM diklaim secanggih ChatGPT. Bahkan tekknologinya memiliki keunggulan tambahan, seperti dapat beroperasi tanpa koneksi internet. Selain itu, AuroraLLM juga dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan dan dapat diprogram dengan berbagai persona, seperti guru, uztadz, atau orang yang santun. “Hal inilah yang membuat AuroraLLM memberikan pengalaman interaksi yang lebih personal dan relevan,” tuturnya.

Salah satu fitur unggulan AuroraLLM adalah kemampuannya dalam memahami dokumen serta pencarian cerdas melalui teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG). Hal ini memungkinkan pengguna mendapatkan wawasan yang lebih akurat dan relevan berdasarkan sumber informasi yang dimasukkan. Selain itu, riwayat percakapan yang tersimpan membuat interaksi lebih kontekstual dan berkelanjutan.
“Fitur ini sangat penting bagi institusi pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan yang membutuhkan dokumentasi percakapan dan analisis data secara aman,” tambah Bachtiar.
AuroraLLM, lanjut Bachtiar, juga memiliki fitur manajemen kebijakan yang memungkinkan pengguna mengatur sensor informasi, gaya komunikasi, serta bahasa yang digunakan AI. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam penerapan teknologi AI untuk berbagai sektor, termasuk industri, akademisi, dan pemerintahan.
Keamanan data menjadi perhatian utama dalam pengembangan AuroraLLM. Dengan fitur log audit aktivitas pengguna, setiap akses dan perubahan yang dilakukan dapat dilacak secara rinci. “Ini memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan AI, terutama bagi organisasi yang memiliki regulasi ketat terkait data,” jelas Bachtiar.
Dalam upaya mendorong ekonomi digital, AuroraLLM juga dilengkapi dengan sistem pelabelan data terstruktur yang mempermudah pencarian dan analisis informasi lebih cepat. “Kami ingin AI ini menjadi mitra strategis bagi perusahaan dan institusi dalam mengoptimalkan pengelolaan data serta pengambilan keputusan berbasis AI,” ujarnya.
Hadirnya AuroraLLM diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. Apalagi peluncuran AuroraLLM ini sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045, di mana digitalisasi dan kemandirian teknologi menjadi faktor utama dalam mendorong ekonomi nasional.
“Visi kami adalah menjadikan AI sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar teknologi eksklusif. Dengan AuroraLLM, kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dapat merasakan manfaat AI tanpa hambatan akses,” pungkasnya.