logo
<p>Pengendara melintas saat hujan deras disertai angin kencang melanda Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini sebelumnya untuk waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dalam durasi singkat di sebagian wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada sore dan menjelang malam hari. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>
Nasional & Dunia

Waspada! Puncak La Nina Diprediksi Desember-Januari

  • JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan puncak fenomena La Nina di Indonesia diperkriakan akan terjadi di Desember 2020-Januari 2021, yang berbarengan dengan musim hujan di Januari-Februari 2021. Perlu kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi bencana karena fenomena alam tersebut “La Nina puncaknya Desember 2020. Sehingga kita perlu mewaspadai puncak La Nina dan musim hujan dalam kisaran […]

Nasional & Dunia

Amirudin Zuhri

JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan puncak fenomena La Nina di Indonesia diperkriakan akan terjadi di Desember 2020-Januari 2021, yang berbarengan dengan musim hujan di Januari-Februari 2021. Perlu kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi bencana karena fenomena alam tersebut

“La Nina puncaknya Desember 2020. Sehingga kita perlu mewaspadai puncak La Nina dan musim hujan dalam kisaran Desember-Januari-Februari,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seusai rapat terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020.

Meskipun puncaknya baru terjadi di Desember 2020, La Nina telah mengakibatkan curah hujan tinggi itu sudah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Oktober 2020 ini.

La Nina merupakan fenomena alam yang terjadi karena meningkatnya suhu permukaan Samudera Pasifik timur dan tengah, kemudian menyebabkan peningkatan suhu kelembapan pada atmosfer di atas perairan. Hal itu mengakibatkan pembentukan awan dan meningkatkan curah hujan di kawasan tersebut.

BMKG memperkirakan dampak La Nina di Oktober 2020 akan menerpa hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera dan Papua bagian timur. Namun meskipun tanpa La Nina, Sumatera sudah mengalami curah hujan tinggi karena kondisi topografi lokal.

“Jadi kesimpulannya mulai Oktober-November 2020 seluruh wilayah Indonesia perlu diwaspadai. Bagaimana Desember? La Nina itu semakin menguat,” kata Dwikorita.

Antisipasi

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan pihaknya telah menyiagakan hampir 39.000 relawan untuk mengantisipasi datangnya fenomena La Nina, di wilayah Indonesia di penghujung Tahun 2020 ini.

“Kemensos memastikan kesiapan dari segi logistik bantuan harus selalu dalam keadaan siap. Instruksi Presiden clear, apabila bencana datang kita harus distribusikan bantuan tersebut, sehingga kami sudah menyebar hampir 39.000 relawan,” kata Mensos dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan relawan tersebut selalu dalam kondisi siaga satu meskipun tidak ada bencana. Sehingga begitu bencana benar-benar terjadi, Kemensos tinggal menginstruksikan para relawan untuk ke lokasi bencana dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan distribusi bantuan dan lain-lain.

Mensos juga menyampaikan terkait teknis pengungsian pihaknya akan melihat kondisi di masing-masing lokasi jika bencana terjadi, terutama menyangkut persoalan masih adanya pandemi.

Menurutnya, tempat atau tenda pengungsian akan diberlakukan sesuai protokol kesehatan dengan memperhatikan jumlah pengungsi dalam setiap tenda atau tempat pengungsian.