logo
Bank Mandiri
Bursa Saham

Yield SRBI Turun, Dampak Positif bagi Saham BBCA, BMRI, dan BBRI

  • Kinerja lima bank besar, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), diproyeksikan mengalami pertumbuhan pada tahun 2025. Hal ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap nilai emiten perseroan.

Bursa Saham

Alvin Pasza Bagaskara

JAKARTA – Kinerja lima bank besar, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), diproyeksikan mengalami pertumbuhan pada tahun 2025. Hal ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap nilai emiten perseroan. 

Verdhana Sekuritas Indonesia dalam risetnya yang dirilis pada Senin, 3 Februari 2025, mengatakan sentimen pertama perbaikan kinerja perbankan adalah penerbitan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada 31 Januari 2025 menunjukkan peningkatan likuiditas. Yield SRBI turun menjadi 6,715% dari sebelumnya 7,253% pada 27 Desember.

Selain itu, disparitas antara SRBI dan Repo Rates turun 20 bps menjadi sekitar 6,500–6,715%. "Perbaikan likuiditas ini mendukung proyeksi kami bahwa profitabilitas bank akan lebih baik pada 2025. Stabilitas biaya dana serta peluang peningkatan Net Interest Margin (NIM) menjadi faktor utama," tulis riset tersebut dikutip pada Selasa, 4 Februari 2025. 

Sejauh ini, suku bunga kredit cenderung mengalami kenaikan meskipun dalam jumlah kecil. Peningkatan ini diperkirakan akan berdampak positif terhadap margin keuntungan perbankan nasional tahun ini. 

Dengan kondisi ini, Verdhana Sekuritas tetap mempertahankan pandangan bullish terhadap saham sektor perbankan, dengan fokus pada lima bank besar. Tidak hanya itu, sekuritas dengan kode broker BB ini merekomendasikan beli terhadap saham-saham di bawah ini.

Rekomendasi Saham

Verdhana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp12.600 per saham. Target ini didasarkan pada analisis DuPont yang mengimplikasikan perkiraan Price to Book Value (PBV) sekitar 5,4 kali tahun ini.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp8.700 per saham, menggunakan metodologi DuPont. Target ini mengimplikasikan perkiraan PBV sekitar 2,5 kali dan Price to Earnings Ratio (PER) mencapai 12,6 kali tahun ini.

Untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), rekomendasi beli diberikan dengan target harga Rp5.400 per saham berdasarkan hasil analisis DuPont, mempertimbangkan Return on Average Equity (ROAE) sekitar 18% tahun ini.

Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp6.600 per saham, sementara saham perbankan syariah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memiliki target harga Rp3.800 per saham.

Sentimen Jangka Pendek

Dari lantai bursa, pada perdagangan sesi pertama hari ini, kelima saham perbankan tersebut bergerak mayoritas melemah di mana saham BBRI bergerak stagnan di level Rp4.250 per saham, BMRI turun 0,86% ke level Rp5.750 per saham, BBCA melemah 0,80% ke level Rp9.275 per saham, BBNI melemah 0,21% ke level Rp4.770 per saham, dan BRIS menguat 2,05% ke level Rp2.980 per saham. 

Kendati mayoritas saham perbankan ini melemah, pada perdagangan akhir pekan lalu, net foreign inflow tercatat sebesar Rp297 miliar, terdiri dari Rp268 miliar di pasar reguler serta Rp29 miliar di pasar tunai dan nego. 

Di pasar reguler, net foreign inflow terbesar disumbang oleh BBRI sebesar Rp271 miliar, BBCA sebesar Rp162 miliar, dan BBNI Rp44 miliar. Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) menjadi satu-satunya big bank yang mencatatkan net foreign outflow sebesar Rp112 miliar.

Tim Research Stocbkit Sekuritas mengatakan foreign inflow pada big banks pada Jumat, 31 Januari 2025, mengindikasikan meningkatnya daya tarik pasar Indonesia bagi investor asing, seiring dengan penurunan yield obligasi AS. 

“Jika tidak ada eskalasi dalam kebijakan tarif dagang pemerintahan AS yang dapat mempengaruhi prospek inflasi dan suku bunga AS maka ruang penguatan lanjutan bagi saham big banks masih terbuka, mengingat valuasi yang masih atraktif,” jelas Stockbit. 

Sebagai tambahan, Presiden AS Donald Trump  telah mengumumkan penundaan tarif impor diumumkan setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 3 Februari 2025.  Namun, tarif terhadap Kanada dan Meksiko kini ditunda selama 30 hari guna negosiasi lebih lanjut.