logo
Menteri Perdagangan Zukifli Hasan melakukan pertemuan dengan Duta Besar LBBP RI Hanoi, Denny Abdi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta pada Kamis, 3 Agustus 2023.
Makroekonomi

Zulhas Bahas Potensi Peningkatan Perdagangan dan Investasi dengan Vietnam

  • Nilai ekspor dan impor Indonesia ke atau dari Vietnam di tahun 2022 mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 20,96% dan 14,36%.

Makroekonomi

Rizanatul Fitri

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zukifli Hasan menjamu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI Hanoi, Vietnam, Denny Abdi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis 3 Agustus 2023.

Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa hal yang dibahas di antaranya potensi untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dengan Vietnam. Hal itu mulai dari pertanian, perikanan, dan pengembangan kendaraan listrik.

Merujuk PP Nomor 5 Tahun 1996, Duta Besar LBBP adalah pejabat negara eksekutif yang diangkat presiden mewakili negara dan kepala Republik Indonesia di satu negara tertentu atau lebih atau pada organisasi Internasional.

Vietnam merupakan salah satu negara ASEAN yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor Indonesia.Total perdagangan Indonesia-Vietnam di tahun 2022 mencapai US$13,1 miliar atau jika dirupiahkan sekitar Rp198,6 triliun. 

Nilai ekspor dan impor Indonesia ke atau dari Vietnam di tahun 2022 mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 20,96% dan 14,36%. Surplus Indonesia atas Vietnam pada tahun 2022 mencapai US$3,5 miliar atau setara Rp53,0 triliun, naik 31,52% dari tahun sebelumnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Juni 2023, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Juni 2023 sendiri tercatat US$128,66 miliar (setara Rp1.949 triliun) atau turun 8,86% dibandingkan periode yang sama di 2022. Sementara nilai impor Juni 2023 tercatat US$17,15 miliar atau setara Rp259,8 triliun turun 19,40% dibandingkan mei 2023 atau turun 18,35% dibandingkan Juni 2022. 

Terdapat tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2023 adalah China US$29,99 miliar atau Rp454,8 triliun (32,56%), Jepang US$8,23 miliar atau setara Rp124,8 triliun (8,94%), dan Thailand US$5,31 miliar atau Rp80,5 triliun (5,77%). 

Impor nonmigas dari ASEAN US$15,27 miliar atau jika dikonversikan ke rupiah sekitar Rp231,6 triliun (16,59%) dan Uni Eropa US$6,90 miliar atau Rp104,6 triliun (7,49%).